Monday, March 31, 2014

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Sekitar 6 bulan yang lalu saat masih berupaya untuk menyelesaikan proyek tugas akhir kuliah, saya sempat mengalami satu hal yang sangat tidak menyenangkan dengan notebook saya. Notebook yang sehari-harinya saya gunakan untuk mengetik tugas akhir itu mendadak tidak mau dinyalakan. Saat tombol power di notebook saya tekan, notebook tersebut tidak bereaksi sama sekali. Padahal sebelumnya notebook tersebut masih oke dan selalu siap kalau diajak mengerjakan TA. Saya jadi sedih sekaligus panik. Pasalnya, semua data penting - termasuk data TA tentu saja - tersimpan di hard disk notebook tersebut. Untungnya saya masih mempunyai back up data TA di dropbox sehingga dokumen TA masih bisa saya akses menggunakan perangakat lain

Dengan perasaan yang masih panik saya memutuskan untuk membeli notebook baru saat itu. Karna uang yang ada di tabungan nilainya tidak banyak, saya harus benar-benar selektif saat memilih notebook baru sesuai kebutuhan. Bersama dengan seorang teman akhirnya saya pergi ke salah satu toko komputer

Thursday, May 30, 2013

Mainan Raspberry Pi

Saya baru ngerti kalau ada perangkat yang namanya raspberry ip. Jadi raspberry pi ini adalah sebuah perangkat komputer yang boleh dibilang cukup mobile. Bentuknya kecil dengan casing berbentuk persegi. Untuk menjalankan raspberry pi dibutuhkan sebuah layar eksternal. Hampir mirip dengan komputer desktop biasa, tp miskin slot. Slot yang tersedia hanya 2 buah slot USB, sebuah slot untuk MMC serta sebuah slot HDMI. Raspberry pi juga sudah dilengkapi dengan jack audio dan video sehingga juga mendukung untuk keperluan multimedia sederhana

Kalau casingnya dibuka kira-kira seperti dibawah inilah bentuk raspberry pi. Raspberry pi berjalan pada arsitektur Arm dan menggunakan sistem operasi Linux. Media penyimpanan menggunakan adalah MMC. 

Perangkat raspberry dengan merk Samsung dengan RAM 512MB

Sedang mencoba raspberry

Wednesday, May 29, 2013

Konten Original Itu Penting Untuk Diri Sendiri

Ngeblog itu memang asik karna kita bebas menulis apa saja sesuai dengan minat tanpa ada interfensi dan batasan dari pihak manapun. Bahkan sekadang blog bukan cuma dijadikan sebagai media untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan saja. Banyak blogers kreatif yang memanfaatkan blog sebagai media untuk mencari rupiah. Saking kreatifnya sampai-sampai melupakan mutu dari konten yang mereka publish *baca copy paste*

Lebih aneh lagi, beberapa waktu lalu ada teman yang memposting soal budaya tidak baik ini. Intinya dia menceritakan kalau blogers copy paste itu sah-sah saja asal informasi yang disampaikan benar.

Well, barangkali pendapat itu tidak seratus persen salah. Tapi, bukankah copy paste itu mematikan kreativitas?. Dalam beberapa hal mungkin copy paste itu wajar selama bukan kalimat dan kata-katanya yang dicopy melainkan konteks konten hendak dipublish. Bukankah membuat kata-kata di blog sendiri itu sama saja dengan menghargai diri sendiri?

So, konten original itu sangat penting untuk kebaikan diri sendiri. Pernah dengar joke ini?
"Otak orang Indonesia itu mahal karna tidak pernah dipakai"
Jadi, marilah menghargai diri sendiri dengan menghilangkan budaya copy paste :)

Monday, May 27, 2013

Capture Screen di Ponsel Smartfren Andromax U

Blog menjadi media baru bagi masyarakat digital untuk belajar, berbagi ilmu, berbagi pengalaman dan serbagi cerita lewat tulisan. Bagi mereka yang cukup kreatif, bahkan blog juga bisa digunakan sebagai media untuk menghasilkan rupiah

Sebuah postingan blog yang bagus minimal mempunyai sebuah gambar sebagai penguat tulisan. Saya sendiri juga cukup sering menulis artikel tentang Android di Informasikomputer.com. Karna pada saat awal-awal menggunakan ponsel Android (Andromax U) saya masih belum tahu caranya mengambil screenshoot, terpaksa dalam beberapa tulisan saya mengambil gambar orang. Contoh yang tidak baik, jangan ditiru.

Mengambil screenshot di Andromax U ternyata sangat gampang. Tinggal memencet tombol power (sebelah kanan) dan volume down (sebelah kiri) secara bersamaan. Setelah kombinasi tombol tersebut di eksekusi maka sekitar 2-4 detik kemudian sistem akan menyimpan hasil screenshot di folder Screenshots di menu Gallery. Atau jika di menu File Explorer lokasinya ada di direktori Pictures/Screenshoots. Dibawah ini contoh screenshot yang saya ambil

Saturday, May 25, 2013

Kenapa Ubuntu?


Setelah sekian lama bertahan dengan Ubuntu 10.04 LTS alias Lucid Lynx akhirnya saya pindah juga. Masih tetap dengan distro yang sama, hanya saja saya mengupgrade Ubuntu saya ke versi terbaru yakni 13.04. Awalnya kepengin pakai 12.04 yang juga LTS, tapi karena banyak yang bilang kalau versi 12.04 agak bermasalah maka jadilah saya menjatuhkan pilihan ke Raring Ringtail

Bukan tanpa alasan saya bertahan dengan Lucid Lynx. Saya punya kenangan pribadi dengannya. Jadi pada waktu itu saya dan teman-teman mengadakan seminar dalam rangka menyambut rilisnya Lucid Lynx (release party). Kebetulan saya dipercaya sebagai ketua acara. Kebetulan waktu itu seminarnya mencakup lingkup nasional. Jadi banyak peserta yang datang dari luar kota. Nah selama perjalanan mempersiapkan acara itu ternyata banyak sekali halangannya. Yang paling berat tentu saja konflik di antara panitia. Sebagai ketua tentu saya bertanggung jawab menyatukan tim demi kelancaran acara. Intinya persiapan seminar waktu begitu emosional bagi saya. Singkat cerita akhirnya seminar berjalan lancar

Terus kenapa Ubuntu?. Simple saja. Saya suka sama filosofinya. Semangat Ubuntu adalah semangat berbagi. Kalau kalian mau tau artinya, Ubuntu itu artinya kurang lebih rasa kemanusiaan terhadap orang lain. Bersasal dari bahasa Afrika. Dari logonya saja sudah kelihatan, ada tiga orang yang saling bergandengan. Saya tidak tahu persis apa maksud logo tersebut, tapi menurut saya itu menggambarkan sebuah kebersamaan.

Jadi itulah sebenarnya saya menggunakan Ubuntu. Bukan karna fanatik atau semacamnya. Selain itu Ubuntu juga sangat mudah digunakan untuk keperluan sehari-hari. Dulu sebenarnya saya sempat mencoba Slackware, tp karna kewalahan akhirnya saya nyerah. Lagipula saya hanya pengguna biasa, bukan hacker. Jadi alangkah lebih bijak kalau memilih distro yang lebih friendly untuk digunakan :)